Ngabuburit Pengawasan Edisi 4, Kordiv HPS Sampaikan Makna Ramadhan Memperkuat Integritas Moral Demokrasi
|
Lombok Timur - Ngabuburit Pengawasan edisi ke 4 telah dilaksanakan dengan topik "Ramadan, Hukum dan Tanggung Jawab Demokrasi" bersama Samsul Hadi, S.IP.,M.H (Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa) melalui via zoom meeting pada Senin sore (9/3/2026) kemarin.
Dalam kegiatan tersebut beliau, Samsul Hadi, menyampaikan makna ramadhan memperkuat integritas moral, kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial berdemokrasi. Nilai spiritual dapat memperkuat kualitas demokrasi. Dan demokrasi tentu sangat membutuhkan hukum yang kuat dan masyarakat yang berintegritas.
"Kalau tidak ada aturan, hukum maka roda kehidupan perjalanan semua kita didunia ini tidak akan bisa benar sesuai dengan diajarkan oleh agama" Pungkas Samsul
Ia juga menegaskan pilar utama dalam menjalankan semua dikehidupan bernegara ini adalah hukum sebagai pilar utama dan demokrasi di Indonesia telah diatur dalam hukum atau Undang-undang terkait pelaksanaan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Melindungi hak pilih warga, mengatur proses pemilu dan pilkada serta ketertiban dalam kompetensi politik.
"Ada regulasi tatanegara yang mengatur kita sehingga perjalanan kehidupan baik norma-norma yang mengatur kita apalagi ini demokrasi hukum adalah sebagai pilar utama" Tegasnya
Mengutip dari petikan diujung slide penyampaiannya, Gus Cung sapaan akrabnya menyampaikan bahwa "peran pengawasan pemilu dalam mencegah politik uang merupakan bentuk ijtihad siyasah berbasis maslahah mursalah yang bertujuan menjaga integritas demokrasi dan mewujudkan maqasid al-syari'ah dalm sistem ketatanegaraan Indonesia".
Ngabuburit pengawasan episode ke 4 itu selain dari internal Bawaslu Kabupaten Lombok Timur diikuti juga oleh puluhan dari pihak/peserta eksternal baik dalam maupun luar dari Kabupaten Lombok Timur, sehingga kegiatan diskusi tersebut berjalan seru sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Penulis: Qodri
Foto: Debora Aprissa S.