Kordiv PP dan Datin Tegaskan di Sela Diskusi, Data Pengawasan Harus Dianalisis agar ke Depan Dapat Dilakukan Pencegahan Lebih Awal pada Tahapan Pemilu
|
Lombok Timur - Penguatan tata kelola kelembagaan melalui penekanan pada fungsi pencegahan yang lebih berkualitas bagi pengawas pemilu, sehingga dengan fungsi pencegahan mampu menyokong fungsi yang lain untuk menciptakan keadilan pemilu dimasa mendatang.
Oleh karena itu, dua anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Timur, Jumaidi dan Johari Marjan, memimpin pelaksanaan diskusi hari ini yang diagendakan setiap hari Senin dengan tujuan utama yaitu meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kinerja organisasi agar lebih mandiri, tangguh, adaptif, dan berdaya saing. Kegiatan diskusi dilaksanakan di ruang rapat dan diikuti oleh jajaran staf sekretariat, Senin (2/2/2026) kemarin.
Kegiatan rutinitas yang di agendakan setiap hari Senin ini sebagai bentuk upaya strategis menyempurnakan struktur, sistem kerja, dan SDM, serta meningkatkan kualitas pengawasan, sinergisitas antar lembaga, dan efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi.
Jumaidi menegaskan terkait data pengawasan, data-data hasil pengawasan ini harus dianalisis setelah melakukan konsolidasi data, membuat penyimpanan data hasil pengawasan sehingga kedepan dapat melakukan pencegahan lebih dini terhadap semua potensi kerawanan pada tahapan pemilu.
"Kita punya bank data, jadi kita bisa mengolahnya sesuai dengan kebutuhan sebagai salah satu cara untuk melakukan pencegahan sehingga kita tau potensi-potensi rawan yang belum terakomodir" tegasnya diforum diskusi kemarin.
Sementara itu, Johari Marjan menyampaikan, indikator pemetaan terhadap semua potensi indeks kerawanan pemilu (IKP) secara umum dapat di kategorikan ke dalam dua indikator yaitu pasca pemilu dan pra pemilu, pra pemilu memunculkan potensi kerawanan yang baru untuk dilakukan pencegahan lebih awal.
"secara umum Indikator pemetaan kerawanan pemilu itu ada dua, pasca yang sdh lewat bisa menjadi titiknya dan pra, ada aktor yang berpotensi kerawanan yang baru menjadi sasaran pemetaan kerawanan" pungkas Marjan.
Penulis dan Foto: Qodri