Ketua Bawaslu Lombok Timur Tekankan Tim Penyusun Materi “Bawaslu Membelajarkan” Sajikan Bahan Ajar Berkualitas
|
Lombok Timur — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur, Suaidi Mahsun, berharap sembilan orang staf yang tergabung dalam tim penyusunan materi bahan ajar program Bawaslu Membelajarkan dapat menyusun materi secara teliti dan berbasis kajian yang kuat.
Hal tersebut juga disampaikan Suaidi dalam amanatnya pada pelaksanaan apel peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dihalaman Kantor Bawaslu Lombok Timur, di Selong yang diikuti tiga orang anggota, Jumaidi, Kasmayadi, dan Johari Marjan, termasuk juga Kepala Sekretariat, Nasruddin, para Kasubag, serta semua jajaran staf Sekretariat pada Senin (17/8/2026) kemarin.
Terkait persiapan penyusunan materi bahan ajar Bawaslu Membelajarkan. Ia menekankan pentingnya tim menggali berbagai hal menarik dan substantif yang dapat disampaikan oleh para pimpinan Bawaslu dalam program tersebut.
"Saya berharap kepada tim-tim sembilan yang terlibat di dalam penyusunan materi bahan ajar itu, apa kira-kira hal yang menarik yang disampaikan oleh para pimpinan pada Bawaslu Membelajarkan," ujar Suaidi.
Menurutnya, target penayangan materi pada September mendatang membutuhkan persiapan yang matang. Terlebih, materi yang akan disusun dinilai cukup spesifik sehingga membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang baik dari tim penyusun.
"September itu sudah ditayangkan. Tentu ini tidak sederhana yang kita bayangkan, teman-teman semua, karena saya lihat materinya agak spesifik," katanya.
Suaidi secara khusus menyoroti materi mengenai penataan daerah pemilihan (dapil) yang dinilainya memiliki tingkat kepentingan cukup tinggi. Menurutnya, materi tersebut dapat menjadi salah satu bahan edukasi yang nantinya diadopsi oleh publik.
"Soal penataan dapil ini sangat krusial, karena itu bisa menjadi bahan edukasi yang diadopsi oleh publik," jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta tim penyusun agar memastikan setiap materi yang disiapkan telah melalui proses kajian yang baik, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Sehingga kemudian saya berharap terhadap bahan ajar ini harus betul-betul teliti dengan kajian yang bagus," tegas Suaidi.
Penulis dan Foto : Qod