Bawaslu Lotim Terima Kunjungan Sekaligus Audiensi Mahasiswa UGR, Ketua Singgung Peran Mahasiswa Terlibat Pengawasan Partisipatif
|
Lombok Timur - Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Timur, Suaidi Mahsun, dan Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Jumaidi, menerima kunjungan sekaligus audiensi mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang akan melakukan pendidikan politik serta memahami terkait system kepemiluan. Sinergi antara Badan Pengawas Pemilu dan akademik ini menjadi langkah nyata memperkuat demokrasi berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan tersebut diapresiasi oleh pimpinan yang merupakan momentum awal penguatan sinergi dalam pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, sehingga Suaidi menyebut, Bawaslu Lombok Timur sangat terbuka dan senang dikunjungi oleh mahasiswa, dan itu menjadi kunjungan dan audiensi pertama di Bawaslu Lotim.
"Bawaslu sangat terbuka, senang melihat kunjungan adek-adek mahasiswa UGR dan ini kunjungan pertama kali di Lombok Timur" Ungkap Suaidi dalam sambutannya di Aula Kantor Bawaslu Lotim, Rabu (7/1/2026)
Lebih lanjut Suaidi, pentingnya peran dari akademik untuk terlibat lansung sebagai pengawas partisipatif, terutama pada pelaksanaan pengawasan tahapan pemilu dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, dan seperti halnya bentuk strategi dan mekanisme, sehingga Bawaslu sangat membutuhkan pengawasan partisipatif dari semua element masyarakat.
"Bawaslu ini membutuhkan masukan dari adek-adek mahasiswa, lebih-lebih kita di Lombok Timur ini dengan kondisi wilayah yang begitu besar, penduduk yang besar tentu strategi dan mekanisme seperti apa untuk kita lakukan pengawasan" Katanya
Bawaslu Lotim ditahapan pemilu dan pemilihan tahun 2024 menemukan persoalan krusial dengan situasi geografis dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang terlibat mengawasi lansung terhadap wilayah yang memiliki kerawanan tersendiri.
"Situasi dan kondisi geografis ini kan menjadi tantangan serius bagi Bawaslu yang keterbatasan SDM, belum lagi wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan tersendiri pada pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan" Sambung Suaidi
Adapun Ketua Bawaslu Lotim itu mengaku, selama dirinya menjabat sebagai penyelenggara pemilu, belum pernah mendapatkan laporan lansung dari seorang mahasiswa ke Bawaslu Lotim yang melaporkan dugaan pelanggaran pemilu atau pemilihan.
"Dari seluruh penanganan pelanggaran di Bawaslu ini saya belum menemukan ada mahasiswa yang melapor ada dugaan pelanggaran, bahkan masyarakat umum itu sangat kecil yang menyampaikan pelaporan adanya dugaan pelanggaran ke Bawaslu" Terangnya
Ia juga menjelaskan, dimasa non tahapan Bawaslu telah melakukan pengawasan melekat terhadap pelaksanaan coklit terbatas (coktas) sebagai bahan penyusunan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
"Dimasa non tahapan ini kita sudah melakukan pengawasan terhadap coktas, coktas itu pendataan terkait data pemilu dan itu hanya terbatas waktunya didalam menyusun daftar pemilih berkelanjutan" Tutur Suaidi didepan mahasiswa UGR
Penulis dan Foto: Qodri